Hukum Tuai Tanam


Dalam hidup berlaku yg namanya hukum tuai tanam. Apa yg terjadi pada kita sekarang ini adalah hasil dr apa yg telah kita lakukan di masa lalu, apa yg akan terjadi dimasa depan itu adalah hasil dr apa yg kita tanam di waktu sekarang. Baca entri selengkapnya »

Semuanya Akan Dipertanggung Jawabkan


عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَجُلاً قَعَدَ بَيْنَ يَدَىِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ

 

Dari ‘Aisyah ~radhiyallahu ‘anha~, ia berkata : “Bahwasanya seorang laki-laki yang duduk di hadapan Nabi ~shallallahu ‘alaihi wa sallama~,  bertanya,

 

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِى مَمْلُوكِيْنَ يُكْذِبُونَنِى وَيَخُونُونَنِى وَيَعْصُونَنِى وَأَشْتُمُهُمْ وَأَضْرِبُهُمْ فَكَيْفَ أَنَا مِنْهُمْ

 

‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki budak-budak yang mendustakanku, menghianatiku dan mendurhakai perintahku. Oleh karena itu saya mencaci maki dan memukul mereka. Lalu bagaimana kedudukanku di hadapan Allah akibat kelakuan mereka itu ?’ Baca entri selengkapnya »

KISAH PEMUDA DENGAN BIDADARI BERMATA JELI


Abdul Wahid bin Zaid berkata, “Ketika kami sedang duduk-duduk di majelis kami, aku pun sudah siap dengan pakaian perangku, karena ada komando untuk bersiap-siap sejak Senin pagi. Kemudian saja ada seorang laki-laki membaca ayat, (artinya) ‘Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan memberi Surga.’ (At-Taubah: 111). Aku menyambut, “Ya, kekasihku.”Laki-laki itu berkata, “Aku bersaksi kepadamu wahai Abdul Wahid, sesungguhnya aku telah menjual jiwa dan hartaku dengan harapan aku memperoleh Surga.” Baca entri selengkapnya »

Musuh Yang Tidak Terlihat


Sungguh berat menghadapi seorang musuh yang bisa melihat kita dan kita tidak bisa melihatnya, tapi harus dan tetap menjadi musuh, dialah setan/Iblis. Baca entri selengkapnya »

Nasihat Bagi anda (Seorang Pemimpin)


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا ».

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka baginya berupa pahala seperti pahala-hala yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dari pahala-pahala mereka sedikitpun, dan rangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka baginya berupa dosa seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.” HR. Muslim.

 

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِىَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِى شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِىَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِى شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ

Artinya: “Wahai Allah Barangsiapa yang menjadi pengatur apapun dari perkara umatku, lalu ia menyulitkan mereka, maka sulitkanlah ia dan barangsiapa yang menjadi pengatur apapun dari perkara umatku, lalu ia bersikap lemah lembut dengan mereka maka kasihanilah ia.” HR. Muslim

Ditulis oleh Ahmad Zainuddin

Anugerah berbentuk Musibah dan Hukuman Berbentuk Nikmat


Jika Allah memberimu musibah dan hal itu mendekatkanmu kepada Allah Ta’ala…
Maka, demi Allah, musibah itu adalah nikmat dan anugerah dalam bentuk hukuman
Sebaliknya…
Jika Allah memberimu nikmat dan hal itu menjauhkanmu dari Allah Ta’ala…
Maka, demi Allah, nikmat itu adalah hukuman dalam bentuk nikmat dan anugerah

{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ} [محمد: 31]

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” QS. Muhammad: 31.

 

tulisan ini hasil copasa dari link : http://dakwahsunnah.com/artikel/aqidah/265-anugerah-berbentuk-musibah-dan-hukuman-berbentuk-nikmat

Prinsip Seorang Muslim Dalam Bekerja Di saat Sakit


Dalam mengais rezeki, hendaknya setiap muslim selalu berprinsip mencari yang halal, bukan sekedar mendapatkan yang banyak. Begitu pula saat menerima cobaan berupa sakit, maka hendaknya memperhatikan pengobatan yang disyariatkan agama, tidak berprinsip “yang penting cepat sembuh.” Mari kita perhatikan hal-hal yang menyangkut cara berpikir yang harus ada pada diri seorang muslim. Baca entri selengkapnya »