Hukum Parfum Yang Mengandung Alkohol

Kita mungkin sering bertanya-tanya tentang bagaimana hukumnya memakai parfum yang mengandung Alkohol, yang memang pertanyaan tersebut ga asing lagi di telinga atau di benak kita di karnakan pada jaman sekarang ini sudah banyak sekali di temukan parfum yang beralkohol.

farfum

Pertanyaan:
Assalamu ‘alaikum. Saya ingin meminta penjelasan tentang hukum menggunakan parfum yang mengandung sebagian jenis alkohol? Dan semoga Allah memberikan berkah-Nya kepada Anda. (Firas Khbou)

Jawab:
Wa ‘alaikum as-salam wa rahmatullah wa barakatuhu.
Berkaitan dengan parfum yang di dalamnya ada alkohol, maka hukum khamr berlaku di dalamnya. Hal itu karena Rasul SAW bersabda dalam apa yang telah dikeluarkan oleh imam Muslim dari Ibn Umar ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

«كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ»
Semua yang memabukkan adalah khamr dan semua khamr adalah haram

Rasulullah saw juga bersabda dalam hadits yang telah dikeluarkan oleh Abu Dawud dari Jabir bin Abdullah:

«مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ، فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ»
Apa saja yang banyaknya memabukkan maka yang sedikitnya adalah haram

Rasulullah saw telah menjelaskan zat cair yang disebut khamr. Maka setiap yang memabukkan, sedikit atau banyak, maka itu adalah khamr. Di sini ada peran penetapan realita (tahqiq manath) untuk mengetahui apakah parfum ini atau kolonyet dan semisalnya itu memabukkan seandainya diminum, sedikit ataupun banyak.
Jika memabukkan maka itu adalah khamr dan berlaku atasnya hukum-hukum khamr dalam hal pengharaman terkait sepuluh kelompok sesuai hadits yang telah dikeluarkan oleh al-Hakim di al-Mustadrak dari Abdullah bin Abdullah bin Umar dari bapaknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

«لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ، وَلَعَنَ سَاقِيهَا، وَشَارِبَهَا، وَعَاصِرَهَا، وَمُعْتَصِرَهَا، وَحَامِلَهَا، وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ، وَبَايِعِهَا وَمُبْتَاعَهَا، وَآكِلَ ثَمَنِهَا»
Allah melaknat dalam khamr orang yang menuangkannya, orang yang meminumnya, orang yang memerasnya, orang yang diperaskan, orang yang membawakan, orang yang dibawakan, orang yang menjualnya, orang yang membelinya dan orang yang memakan harganya

Dan menurut pendapat para ahli tentang pengaruh bahan alkohol yang dicampurkan ke zat cair, maka zat cair itu jika diminum menjadi memabukkan.

Dan karena Rasul saw bersabda:

«كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ»
Semua yang memabukkan adalah khamr dan semua khamr adalah haram

Karena itu, hukum-hukum khamr berlaku atas parfum yang dicampur dengan alkohol.

Saudaramu Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah
21 Rajab 1434
31 Mei 2013

itulah jawaban dari Syaikh Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah yang merupakan amir ke 3 dari Hizbut Tahrir yang bertujuan untuk mengembalikan kejayaan umaat islam dengan Syariah dan Khilafah, Insya Allah.
Semoga Bermanfaat. :D

About these ads

4 Tanggapan to “Hukum Parfum Yang Mengandung Alkohol”

  1. smartfaiz Says:

    Kalau makan Nasi goreng yang pakai arak masakan haram ga ya? makan se bakul juga ga bakal mabuk tuh … kekenyangen iya…. atau kalau tape haram ga ya? sedikit banyak mengandung alkohol itu… durian juga harusnya mengandung sedikit alkohol…. membingungkan ya….

    • andisafari1453 Says:

      iya, yang bikin bingung adalah ketika kita kita tidak tahu hukum arak tu benda najis atau benda apa..

      arak adalah benda najis, jadi meskipun di campur dengan nasi 1 toronton pun tetep ga boleh. dan para ulama tidak ada pertentangan dengan tidak bolehnya mencampur makanan halal dengan yang haram.

      terus gimana untuk tape?

      “Kullu muskirin haraamun” (HR. Bukhari & Muslim). Artinya: setiap yg memabukkan itu haram.

      Hadits ini diucapkan karena adanya pertanyaan tentang minuman yang dibuat dengan merendam kurma/gandum/kismis/dll dalam air hingga beberapa waktu, lalu diminum (yg dikenal dgn istilah ‘nabidz’). Nabi pun mengizinkan untuk meminumnya dgn kaidah tadi, yakni selama ia tidak memabukkan. Beliau sendiri pernah diberi minum nabidz oleh para sahabat (muttafaq ‘alaih), dan dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan bahwa Nabi biasanya tidak mau minum nabidz yang berumur lebih dari 3 hari (HR. Thabrani dengan perawi-perawi yg tsiqah).

      Jadi, kesimpulannya ialah selama tape tadi tidak sampai ke tingkat memabukkan (yakni belum terlalu lama hingga baunya sangat menyengat atau rasanya tajam sekali), maka tidak mengapa. Tapi jika sudah lama dan menunjukkan gejala-gejala yang mungkin memabukkan, ya jangan diminum.

      Adapun durian dan buah-buahan semuanya halal, sebab adanya kadar alkohol bukanlah alasan satu-satunya untuk mengharamkannya. Kita harus melihat apakah makanan tersebut dinamakan khamr? atau memiliki sifat-sifat khamr? kalau iya, ya haram. Tapi kalau tidak, ya tidak haram.
      Wallaahu a’lam.

      sumber referensi dari :

      http://muslimdaily.net/konsultasi/home/hukum-makan-tape.html#.UbnAR-fIZ2U

  2. Rahmah Says:

    Afwan kalau hukum seorang muslimah ikut pementasan drama sebagai persyaratan mata kuliah boleh atau tidak? tolong beri penjelasan.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.947 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: